vUr5v3Aga5Yx91u6PVcXOoUvbSaqSTTT1jtWFLWh

Cari Blog Ini

Laporkan Penyalahgunaan

Bookmark

Tips Backpacker Hemat Membawa Barang Secukupnya

Wisataaja.info - Menjadi seorang backpacker identik dengan perjalanan sederhana, hemat, dan penuh petualangan. Namun, salah satu tantangan terbesar bagi para backpacker pemula maupun berpengalaman adalah membawa barang secukupnya. Banyak orang yang terlalu bersemangat hingga berakhir membawa ransel terlalu berat. Alih-alih nyaman, perjalanan malah terasa merepotkan. Kunci utama backpacking hemat dan menyenangkan adalah belajar packing cerdas: membawa barang seperlunya, ringan, dan multifungsi.

Dalam artikel ini, kita akan membahas tips backpacker hemat dalam membawa barang agar perjalanan tetap praktis, murah, dan menyenangkan.

1. Gunakan Ransel yang Sesuai Kapasitas

Langkah pertama adalah memilih ransel dengan ukuran yang pas. Jangan tergoda membawa tas besar hanya karena ingin “jaga-jaga”. Biasanya ukuran ransel 40–50 liter sudah cukup untuk perjalanan backpacking selama 5–7 hari.

Tas yang terlalu besar akan membuat kita cenderung membawa barang berlebihan. Sementara ransel kecil memaksa kita untuk lebih selektif dalam memilih barang. Ingat, semakin ringan bawaan, semakin hemat tenaga dan lebih mudah berpindah dari satu kota ke kota lain.


2. Terapkan Prinsip “Mix and Match” pada Pakaian

Pakaian sering menjadi penyebab ransel terasa penuh. Padahal, cara hemat dan praktis adalah dengan memilih pakaian yang bisa dipadupadankan.

Misalnya:

  • 3 kaos polos berwarna netral (hitam, abu, putih)
  • 2 celana (1 jeans tipis, 1 celana kain ringan)
  • 1 jaket tipis tahan angin
  • 1 pasang sandal gunung + 1 sepatu ringan

Dengan kombinasi sederhana, kita bisa menciptakan berbagai gaya tanpa perlu membawa banyak pakaian. Selain itu, jangan lupa membawa pakaian cepat kering agar mudah dicuci dan dipakai kembali.


3. Pilih Barang Multifungsi

Backpacker hemat harus pandai memilih barang yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan. Beberapa contoh barang multifungsi yang berguna antara lain:

  • Sarung atau kain panjang: bisa digunakan sebagai selimut, alas duduk, penutup badan, atau tirai darurat.
  • Botol minum lipat: bisa diisi ulang, hemat uang, dan mengurangi sampah plastik.
  • Power bank besar: selain mengisi ponsel, bisa juga dipakai untuk menyalakan lampu kecil darurat.

Dengan barang multifungsi, kita bisa mengurangi jumlah barang bawaan sekaligus tetap siap menghadapi berbagai kondisi.


4. Bawa Perlengkapan Mandi Travel Size

Kesalahan umum saat backpacking adalah membawa perlengkapan mandi ukuran besar. Sampo botol besar, sabun cair satu liter, atau lotion jumbo jelas akan memberatkan tas.

Solusinya adalah membeli perlengkapan mandi ukuran travel size, atau memindahkan isi ke botol kecil. Selain ringan, cara ini juga lebih hemat ruang. Jika habis di tengah jalan, kita bisa membeli ulang di warung atau minimarket setempat dengan harga murah.


5. Batasi Jumlah Gadget dan Aksesoris

Saat backpacking, gadget utama yang dibutuhkan sebenarnya hanya smartphone. Banyak orang tergoda membawa laptop, kamera besar, tripod, bahkan drone, padahal itu membuat bawaan semakin berat dan riskan.

Jika tujuan perjalanan adalah jalan-jalan hemat, cukup bawa smartphone dengan kamera bagus. Tambahkan power bank dan charger universal. Dengan begitu, kita tetap bisa mengabadikan momen tanpa perlu tas penuh gadget.


6. Gunakan Packing Cube atau Plastik Vakum

Agar barang bawaan lebih rapi dan hemat tempat, gunakan packing cube atau plastik vakum. Barang-barang seperti pakaian, jaket, dan peralatan kecil bisa dipisahkan sesuai kategori. Selain menghemat ruang, cara ini membuat kita lebih mudah mencari barang tanpa harus mengacak-acak isi tas.

Packing cube juga membantu mengontrol jumlah barang. Jika kotak pakaian sudah penuh, artinya kita harus berhenti menambah baju.


7. Jangan Membawa Barang “Kalau-Kalau” Terlalu Banyak

Banyak backpacker pemula terjebak pada kebiasaan membawa barang dengan alasan “kalau-kalau butuh”. Misalnya membawa tiga payung, banyak buku bacaan, atau sepatu ekstra.

Padahal, hampir semua barang bisa dibeli di tempat tujuan dengan harga terjangkau. Membawa barang berlebihan hanya akan membuat kita repot. Lebih baik prioritaskan barang esensial dan tinggalkan yang jarang dipakai.


8. Manfaatkan Laundry Murah di Perjalanan

Tips backpacker hemat lain adalah tidak perlu membawa pakaian terlalu banyak. Cukup 5–6 stel pakaian, lalu manfaatkan jasa laundry di sekitar penginapan. Harga laundry di banyak kota wisata biasanya sangat terjangkau, bahkan ada yang hanya Rp10.000–Rp15.000 per kilogram.

Dengan cara ini, kita bisa tetap bersih dan rapi tanpa harus menyeret tas penuh pakaian.


9. Siapkan Kotak P3K Mini

Meski tujuan utama adalah mengurangi barang bawaan, perlengkapan P3K tetap penting. Namun tidak perlu membawa seluruh isi apotek. Cukup obat-obatan dasar seperti obat sakit kepala, obat maag, plester luka, minyak angin, dan vitamin. Semua ini bisa dikemas dalam satu pouch kecil.


10. Catat Barang Bawaan dalam Checklist

Agar tidak berlebihan saat packing, buat checklist barang sebelum berangkat. Susun daftar mulai dari pakaian, perlengkapan mandi, elektronik, hingga dokumen penting. Setelah semua masuk tas, cek ulang apakah ada yang bisa dikurangi. Dengan checklist, kita bisa lebih terkontrol dan tidak khawatir ada barang penting yang tertinggal.


Kesimpulan

Backpacking bukan tentang seberapa banyak barang yang dibawa, tetapi seberapa cerdas kita mengatur bawaan agar perjalanan lebih ringan dan hemat. Prinsip utamanya adalah bawa secukupnya, pilih yang multifungsi, dan tinggalkan barang yang jarang dipakai.

Dengan ransel ringan, perjalanan menjadi lebih fleksibel, tubuh tidak cepat lelah, dan kita bisa lebih fokus menikmati pengalaman baru. Jadi, sebelum berangkat backpacking berikutnya, pastikan kamu menerapkan tips backpacker hemat membawa barang secukupnya di atas.