Dalam artikel ini, kita akan membahas tips backpacker hemat dalam membawa barang agar perjalanan tetap praktis, murah, dan menyenangkan.
1. Gunakan Ransel yang Sesuai Kapasitas
Langkah pertama adalah memilih ransel dengan ukuran yang
pas. Jangan tergoda membawa tas besar hanya karena ingin “jaga-jaga”. Biasanya
ukuran ransel 40–50 liter sudah cukup untuk perjalanan backpacking selama 5–7
hari.
Tas yang terlalu besar akan membuat kita cenderung membawa
barang berlebihan. Sementara ransel kecil memaksa kita untuk lebih selektif
dalam memilih barang. Ingat, semakin ringan bawaan, semakin hemat tenaga dan
lebih mudah berpindah dari satu kota ke kota lain.
2. Terapkan Prinsip “Mix and Match” pada Pakaian
Pakaian sering menjadi penyebab ransel terasa penuh.
Padahal, cara hemat dan praktis adalah dengan memilih pakaian yang bisa
dipadupadankan.
Misalnya:
- 3 kaos
polos berwarna netral (hitam, abu, putih)
- 2
celana (1 jeans tipis, 1 celana kain ringan)
- 1
jaket tipis tahan angin
- 1
pasang sandal gunung + 1 sepatu ringan
Dengan kombinasi sederhana, kita bisa menciptakan berbagai
gaya tanpa perlu membawa banyak pakaian. Selain itu, jangan lupa membawa
pakaian cepat kering agar mudah dicuci dan dipakai kembali.
3. Pilih Barang Multifungsi
Backpacker hemat harus pandai memilih barang yang bisa
digunakan untuk berbagai kebutuhan. Beberapa contoh barang multifungsi yang
berguna antara lain:
- Sarung
atau kain panjang: bisa digunakan sebagai selimut, alas duduk, penutup
badan, atau tirai darurat.
- Botol
minum lipat: bisa diisi ulang, hemat uang, dan mengurangi sampah
plastik.
- Power
bank besar: selain mengisi ponsel, bisa juga dipakai untuk menyalakan
lampu kecil darurat.
Dengan barang multifungsi, kita bisa mengurangi jumlah
barang bawaan sekaligus tetap siap menghadapi berbagai kondisi.
4. Bawa Perlengkapan Mandi Travel Size
Kesalahan umum saat backpacking adalah membawa perlengkapan
mandi ukuran besar. Sampo botol besar, sabun cair satu liter, atau lotion jumbo
jelas akan memberatkan tas.
Solusinya adalah membeli perlengkapan mandi ukuran travel
size, atau memindahkan isi ke botol kecil. Selain ringan, cara ini juga lebih
hemat ruang. Jika habis di tengah jalan, kita bisa membeli ulang di warung atau
minimarket setempat dengan harga murah.
5. Batasi Jumlah Gadget dan Aksesoris
Saat backpacking, gadget utama yang dibutuhkan sebenarnya
hanya smartphone. Banyak orang tergoda membawa laptop, kamera besar, tripod,
bahkan drone, padahal itu membuat bawaan semakin berat dan riskan.
Jika tujuan perjalanan adalah jalan-jalan hemat, cukup bawa
smartphone dengan kamera bagus. Tambahkan power bank dan charger universal.
Dengan begitu, kita tetap bisa mengabadikan momen tanpa perlu tas penuh gadget.
6. Gunakan Packing Cube atau Plastik Vakum
Agar barang bawaan lebih rapi dan hemat tempat, gunakan
packing cube atau plastik vakum. Barang-barang seperti pakaian, jaket, dan
peralatan kecil bisa dipisahkan sesuai kategori. Selain menghemat ruang, cara
ini membuat kita lebih mudah mencari barang tanpa harus mengacak-acak isi tas.
Packing cube juga membantu mengontrol jumlah barang. Jika
kotak pakaian sudah penuh, artinya kita harus berhenti menambah baju.
7. Jangan Membawa Barang “Kalau-Kalau” Terlalu Banyak
Banyak backpacker pemula terjebak pada kebiasaan membawa
barang dengan alasan “kalau-kalau butuh”. Misalnya membawa tiga payung, banyak
buku bacaan, atau sepatu ekstra.
Padahal, hampir semua barang bisa dibeli di tempat tujuan
dengan harga terjangkau. Membawa barang berlebihan hanya akan membuat kita
repot. Lebih baik prioritaskan barang esensial dan tinggalkan yang jarang
dipakai.
8. Manfaatkan Laundry Murah di Perjalanan
Tips backpacker hemat lain adalah tidak perlu membawa
pakaian terlalu banyak. Cukup 5–6 stel pakaian, lalu manfaatkan jasa laundry di
sekitar penginapan. Harga laundry di banyak kota wisata biasanya sangat
terjangkau, bahkan ada yang hanya Rp10.000–Rp15.000 per kilogram.
Dengan cara ini, kita bisa tetap bersih dan rapi tanpa harus
menyeret tas penuh pakaian.
9. Siapkan Kotak P3K Mini
Meski tujuan utama adalah mengurangi barang bawaan,
perlengkapan P3K tetap penting. Namun tidak perlu membawa seluruh isi apotek.
Cukup obat-obatan dasar seperti obat sakit kepala, obat maag, plester luka,
minyak angin, dan vitamin. Semua ini bisa dikemas dalam satu pouch kecil.
10. Catat Barang Bawaan dalam Checklist
Agar tidak berlebihan saat packing, buat checklist barang
sebelum berangkat. Susun daftar mulai dari pakaian, perlengkapan mandi,
elektronik, hingga dokumen penting. Setelah semua masuk tas, cek ulang apakah
ada yang bisa dikurangi. Dengan checklist, kita bisa lebih terkontrol dan tidak
khawatir ada barang penting yang tertinggal.
Kesimpulan
Backpacking bukan tentang seberapa banyak barang yang
dibawa, tetapi seberapa cerdas kita mengatur bawaan agar perjalanan lebih
ringan dan hemat. Prinsip utamanya adalah bawa secukupnya, pilih yang
multifungsi, dan tinggalkan barang yang jarang dipakai.
Dengan ransel ringan, perjalanan menjadi lebih fleksibel,
tubuh tidak cepat lelah, dan kita bisa lebih fokus menikmati pengalaman baru.
Jadi, sebelum berangkat backpacking berikutnya, pastikan kamu menerapkan tips
backpacker hemat membawa barang secukupnya di atas.