1. Tentukan Prioritas Destinasi
Langkah pertama dalam membuat itinerary adalah menentukan destinasi utama yang
ingin dikunjungi. Jangan mencoba memasukkan semua tempat wisata karena akan
membuat perjalanan menjadi padat dan boros. Pilih 3–5 destinasi utama per hari,
dengan mempertimbangkan jarak antar lokasi agar perjalanan lebih efisien.
Dengan cara ini, waktu dan tenaga bisa digunakan optimal, sehingga biaya
transportasi pun bisa ditekan.
2. Gunakan Transportasi Umum
Backpacker hemat selalu mencari cara untuk mengurangi pengeluaran transportasi.
Gunakan transportasi umum seperti bus, angkot, kereta lokal, atau layanan
sepeda sewa daripada taksi atau ojek online, yang cenderung lebih mahal. Selain
lebih murah, pengalaman naik transportasi lokal juga memberikan nuansa
petualangan tersendiri. Untuk jarak yang lebih jauh, cek apakah tersedia kartu
perjalanan atau tiket harian yang lebih ekonomis.
3. Rencanakan Rute yang Logis
Agar perjalanan lebih efisien, susun itinerary berdasarkan rute yang logis.
Misalnya, kunjungi destinasi yang berdekatan dalam satu waktu, kemudian lanjut
ke lokasi berikutnya yang tidak terlalu jauh. Hindari bolak-balik yang memakan
waktu dan biaya transportasi tambahan. Aplikasi peta digital bisa sangat
membantu untuk merencanakan rute secara efisien dan memperkirakan waktu tempuh
antar lokasi.
4. Pilih Akomodasi Strategis
Lokasi akomodasi sangat mempengaruhi efisiensi itinerary harian. Pilih
penginapan yang dekat dengan pusat kota atau dekat dengan transportasi umum.
Meski terkadang harga penginapan sedikit lebih mahal, penghematan waktu dan
biaya transportasi bisa jauh lebih signifikan. Hostel atau guesthouse adalah
pilihan populer backpacker karena biasanya ramah di kantong dan menyediakan
fasilitas dasar yang memadai.
5. Siapkan Cadangan Aktivitas
Meski sudah menyusun itinerary, selalu siapkan rencana cadangan. Kadang cuaca
buruk, destinasi tutup, atau transportasi terlambat bisa mengganggu jadwal.
Dengan aktivitas alternatif yang sudah dipersiapkan, waktu tetap terisi
produktif tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan besar. Misalnya, jika museum
tutup, Anda bisa mengganti dengan mengunjungi taman kota atau pasar lokal.
6. Perhitungkan Waktu Istirahat
Itinerary yang terlalu padat bisa membuat liburan melelahkan dan justru lebih
mahal karena tubuh mudah terserang sakit atau lapar berlebihan. Sisipkan waktu
istirahat, makan, dan hidrasi dalam itinerary harian. Dengan kondisi tubuh yang
prima, Anda bisa menjelajahi lebih banyak destinasi tanpa mengurangi pengalaman
liburan.
7. Gunakan Aplikasi Perjalanan
Berbagai aplikasi perjalanan bisa membantu menyusun itinerary hemat. Misalnya,
aplikasi transportasi online, peta digital, hingga aplikasi perbandingan harga
tiket wisata atau restoran. Dengan informasi real-time, Anda bisa menyesuaikan
jadwal dan budget secara efektif, sehingga tidak ada waktu atau uang yang
terbuang sia-sia.
8. Catat Biaya Setiap Aktivitas
Salah satu prinsip backpacker hemat adalah mencatat setiap pengeluaran. Buatlah
daftar estimasi biaya untuk transportasi, makanan, tiket masuk, dan aktivitas
lainnya. Dengan catatan ini, Anda bisa memprioritaskan aktivitas yang paling
penting dan menghindari pengeluaran tak terduga.
Dengan tips di atas, backpacker bisa mengatur itinerary
harian secara hemat, efisien, dan tetap menyenangkan. Kuncinya adalah
perencanaan matang, fleksibilitas, dan pemilihan prioritas yang tepat. Liburan
hemat bukan berarti mengurangi keseruan, tapi justru memberi kesempatan untuk
menikmati perjalanan dengan cerdas dan penuh pengalaman.