
1. Rencanakan Perjalanan dengan Teliti
Kesalahan umum para backpacker adalah berangkat tanpa
perencanaan yang matang. Memang spontanitas adalah bagian dari serunya
backpacker, tetapi tetap perlu perhitungan untuk menghindari pengeluaran
berlebih.
- Buat
anggaran detail sejak awal: transportasi, akomodasi, makanan, tiket
wisata, dan biaya darurat.
- Lakukan
riset harga lewat aplikasi perjalanan atau forum backpacker untuk
mengetahui biaya rata-rata di destinasi tujuan.
- Tentukan
prioritas. Misalnya, apakah ingin lebih hemat di penginapan agar bisa
lebih leluasa mencicipi kuliner lokal, atau sebaliknya.
Dengan rencana yang matang, Anda bisa memperkirakan
kebutuhan biaya dan menekan kemungkinan keluar uang untuk hal-hal tak terduga.
2. Waspadai Biaya Bagasi Tambahan
Salah satu biaya tersembunyi paling sering terjadi adalah biaya
bagasi pesawat. Maskapai penerbangan bertarif rendah biasanya hanya
menyediakan jatah bagasi kabin.
- Gunakan
tas ransel ukuran kabin agar tidak perlu menambah bagasi.
- Bawa
barang seperlunya dan gunakan teknik melipat pakaian hemat ruang.
- Jika
memang harus membeli bagasi, pesan secara online lebih awal karena
harganya jauh lebih murah dibanding membayar langsung di bandara.
Dengan strategi ini, Anda bisa menghemat ratusan ribu rupiah
hanya dari menghindari biaya bagasi.
3. Cari Penginapan Tanpa Biaya Tambahan
Beberapa penginapan murah tampak menggiurkan, tetapi sering
kali ada biaya tersembunyi seperti:
- Biaya
layanan tambahan (laundry, WiFi, atau sarapan).
- Pajak
hotel yang tidak tercantum di harga awal aplikasi.
- Deposit
yang sulit dikembalikan.
Untuk menghindarinya:
- Baca
ulasan tamu sebelumnya sebelum memesan.
- Pilih
hostel atau guesthouse yang transparan soal biaya.
- Gunakan
aplikasi yang mencantumkan harga final termasuk pajak.
Lebih baik sedikit lebih mahal tapi jelas biayanya, daripada
murah di awal tapi penuh biaya tambahan.
4. Perhatikan Transportasi Lokal
Transportasi di destinasi wisata bisa menjadi jebakan biaya
tersembunyi. Misalnya tarif taksi yang tidak menggunakan argo, biaya tambahan
transportasi online di lokasi tertentu, atau tiket transportasi umum yang
harganya berbeda untuk turis.
Tips hemat:
- Gunakan
transportasi umum lokal seperti bus atau kereta, biasanya lebih murah.
- Beli
kartu transportasi harian atau mingguan jika tinggal lebih lama.
- Jika
perlu naik taksi, pastikan menggunakan argo atau sepakati harga di awal.
Dengan strategi ini, Anda bisa menghindari tarif tidak wajar
yang membebani anggaran.
5. Waspadai Biaya Makan dan Minum
Makanan adalah salah satu kebutuhan utama, dan di sinilah
sering ada biaya tersembunyi. Beberapa restoran menambahkan biaya layanan atau
pajak tambahan yang tidak tercantum di menu.
Cara menghindarinya:
- Pilih
makan di warung lokal atau street food. Selain murah, Anda juga bisa
merasakan makanan otentik.
- Bawa
botol minum sendiri dan isi ulang di hostel atau tempat umum yang
menyediakan.
- Jangan
tergiur restoran turis di pusat kota karena biasanya harganya lebih mahal.
Dengan gaya makan sederhana ala lokal, pengeluaran bisa
lebih terkendali.
6. Hindari Biaya Administrasi dan ATM
Backpacker yang bepergian ke luar negeri sering kali
mengandalkan kartu debit atau kredit untuk menarik uang tunai. Namun, ada biaya
administrasi bank dan biaya tambahan kurs yang bisa cukup besar.
Tips hemat:
- Tarik
uang dalam jumlah cukup sekaligus agar tidak terkena biaya
berkali-kali.
- Gunakan
bank yang bekerja sama dengan bank internasional untuk mengurangi
biaya tarik tunai.
- Pertimbangkan
membawa uang tunai dalam pecahan kecil agar mudah digunakan dan
aman.
Dengan perhitungan ini, Anda bisa menghemat biaya yang
biasanya tidak terlihat tetapi cukup menguras.
7. Hati-Hati dengan Tiket Wisata
Beberapa tempat wisata mengenakan biaya tambahan untuk turis
asing, biaya kamera, atau biaya parkir yang sering tidak diperhitungkan.
Solusinya:
- Cek
harga tiket resmi di website sebelum datang.
- Cari
tahu apakah ada paket tiket terusan yang lebih hemat untuk beberapa
tempat sekaligus.
- Gunakan
diskon online atau kartu pelajar/mahasiswa jika berlaku.
Dengan riset kecil ini, Anda bisa menghemat cukup banyak,
terutama jika mengunjungi banyak objek wisata.
8. Jangan Lupa Biaya Darurat
Sering kali backpacker lupa menyiapkan dana darurat.
Misalnya sakit mendadak, kehilangan barang, atau transportasi yang batal. Jika
tidak disiapkan, Anda terpaksa mengeluarkan biaya tak terduga yang bisa besar.
Tipsnya:
- Siapkan
dana darurat minimal 10% dari total anggaran.
- Gunakan
asuransi perjalanan murah yang melindungi dari risiko kesehatan
atau kehilangan barang.
- Simpan
uang cadangan di tempat terpisah, misalnya dompet kecil atau rekening
lain.
Langkah kecil ini bisa menyelamatkan Anda dari masalah
keuangan besar.
Kesimpulan
Menjadi backpacker hemat bukan berarti pelit, melainkan
pintar mengatur keuangan dan menghindari biaya tersembunyi. Dengan perencanaan
matang, pemilihan transportasi dan akomodasi yang cerdas, serta kewaspadaan
terhadap biaya kecil yang sering terlewat, perjalanan Anda bisa tetap seru
tanpa membuat kantong bolong.
Ingat, kunci utama backpacker hemat adalah riset,
disiplin, dan cerdas mengatur prioritas. Dengan begitu, Anda bisa fokus
menikmati pengalaman baru, bertemu orang-orang menarik, dan mengeksplorasi
tempat indah tanpa dihantui biaya tak terduga.