
1. Rencanakan Perjalanan dengan Matang
Salah satu kunci utama backpacker hemat adalah perencanaan.
Sebelum berangkat, cari tahu tentang kota tujuan, mulai dari biaya hidup,
transportasi umum, hingga kawasan yang cocok untuk backpacker. Banyak kota
besar memiliki area khusus wisatawan yang menawarkan penginapan murah dan akses
mudah ke transportasi. Dengan riset sederhana, Anda bisa menghindari biaya tak
terduga.
Selain itu, jangan lupa cek kalender acara kota. Misalnya,
jika ada festival besar atau konser, harga penginapan bisa melonjak. Pilih
waktu yang tepat agar perjalanan lebih hemat dan nyaman.
2. Pilih Penginapan Ekonomis
Kota besar biasanya menawarkan banyak pilihan penginapan,
dari hotel berbintang hingga hostel sederhana. Sebagai backpacker, hostel atau
guest house bisa jadi pilihan terbaik. Selain murah, Anda juga bisa bertemu
sesama pelancong dan saling berbagi tips perjalanan.
Alternatif lainnya adalah memanfaatkan aplikasi pemesanan
penginapan yang sering memberikan diskon. Jika ingin lebih hemat, Anda bisa
mencoba couchsurfing atau menginap di rumah teman. Yang terpenting, pastikan
penginapan aman, bersih, dan memiliki akses transportasi mudah.
3. Gunakan Transportasi Umum
Transportasi di kota besar biasanya lengkap dan
terintegrasi. Kereta, bus, atau MRT bisa jadi pilihan utama untuk menghemat
biaya perjalanan. Jangan tergoda menggunakan taksi atau transportasi online
terlalu sering, karena biayanya bisa membengkak.
Tips hemat lainnya adalah membeli kartu transportasi harian
atau mingguan. Banyak kota besar di Asia maupun Eropa menyediakan kartu khusus
turis yang menawarkan tarif lebih murah untuk perjalanan tak terbatas. Selain
hemat, Anda juga bisa menjelajahi kota lebih leluasa.
4. Eksplorasi Wisata Gratis
Tak semua wisata di kota besar membutuhkan tiket mahal.
Banyak taman kota, museum gratis, atau pameran seni yang bisa Anda nikmati
tanpa biaya. Misalnya, beberapa kota memiliki “free walking tour” yang dipandu
relawan lokal. Dengan mengikuti tur ini, Anda bisa mendapatkan wawasan budaya
sekaligus jalan-jalan hemat.
Selain itu, jangan lewatkan ikon kota yang bisa dinikmati
dari luar tanpa tiket masuk. Menyusuri jalan terkenal, mengabadikan foto gedung
bersejarah, atau sekadar menikmati suasana pasar tradisional bisa memberikan
pengalaman berharga tanpa harus mengeluarkan banyak uang.
5. Hemat Makan dengan Cara Cerdas
Kuliner adalah bagian penting dari perjalanan. Namun, makan
di restoran besar di kota besar tentu tidak ramah kantong. Untuk menghemat,
carilah warung makan lokal atau street food yang biasanya lebih murah dan
otentik.
Selain itu, manfaatkan promo dari aplikasi pesan makanan
atau voucher diskon. Jika memungkinkan, belanja di supermarket lokal lalu
memasak sendiri di hostel juga bisa jadi opsi hemat sekaligus sehat. Dengan
begitu, Anda bisa mencicipi rasa lokal tanpa perlu khawatir biaya membengkak.
6. Manfaatkan Teknologi
Sebagai backpacker, smartphone adalah sahabat terbaik.
Dengan berbagai aplikasi peta, transportasi, hingga rekomendasi wisata, Anda
bisa menghemat waktu dan biaya. Misalnya, aplikasi peta bisa membantu menemukan
rute jalan kaki tercepat, sementara aplikasi transportasi umum memberi info
jadwal bus atau kereta terbaru.
Selain itu, banyak aplikasi yang menawarkan kupon diskon
untuk tiket wisata, makanan, atau hiburan. Dengan memanfaatkan teknologi,
perjalanan hemat di kota besar jadi lebih mudah.
7. Bawa Perlengkapan Seperlunya
Backpacker identik dengan membawa barang seminimal mungkin.
Semakin ringan bawaan, semakin mudah bergerak. Selain itu, menghindari bagasi
tambahan di pesawat juga bisa menghemat biaya. Bawa pakaian multifungsi yang
bisa dipakai di berbagai kesempatan, serta perlengkapan esensial seperti botol
minum isi ulang, powerbank, dan jas hujan lipat.
Dengan perlengkapan sederhana, Anda bisa tetap nyaman
menjelajah kota besar tanpa perlu membeli barang tambahan.
8. Nikmati Pengalaman, Bukan Belanja
Banyak kota besar dikenal sebagai pusat belanja. Namun,
untuk backpacker hemat, fokuslah pada pengalaman, bukan barang. Alih-alih
menghabiskan uang di pusat perbelanjaan, lebih baik gunakan waktu untuk
menjelajahi sudut kota, berbicara dengan penduduk lokal, atau mencoba aktivitas
gratis.
Ingatlah, yang paling berharga dari perjalanan adalah cerita
dan pengalaman, bukan oleh-oleh mahal.
9. Ikut Komunitas Backpacker
Bergabung dengan komunitas backpacker, baik online maupun
offline, bisa memberi banyak keuntungan. Anda bisa mendapatkan informasi
terbaru tentang promo tiket, penginapan murah, hingga tips khusus kota yang
akan dikunjungi. Kadang, komunitas juga mengadakan perjalanan bersama sehingga
biaya bisa ditanggung bersama-sama.
Penutup
Menjadi backpacker di kota besar memang membutuhkan strategi
khusus agar tetap hemat. Dengan perencanaan matang, memilih transportasi umum,
memanfaatkan teknologi, hingga lebih fokus pada pengalaman, Anda bisa
menjelajahi kota besar tanpa takut kantong jebol.
Ingat, backpacker hemat bukan berarti mengurangi kualitas
perjalanan, melainkan pintar mengatur prioritas. Dengan cara ini, setiap sudut
kota besar bisa dieksplorasi dengan seru, menyenangkan, dan penuh cerita
berkesan.